Kareenina’s POV

Memang mungkin agak sulit jika mengatur kehidupan bangsawan terlebih menata diri untuk tetap tampil tidak menyedihkan atau merasa tertekan selama semua sesuai dan berjalan. Kareenina Lenggawa menepis hal itu dan menghadap dengan garis takdir yang di alami oleh orang-orang di sekitarnya.

Di hari di mana ia harus memberi wejangan dan mengarahkan bagaimana cara menjadi bangsawan yang baik sebagai seorang putri penasihat sang Raja, alih-alih justru kerabat terdekatnya yakni Jasmine Clementine tidak menghiraukannya sama sekali.

Dan Kareenina Lenggawa menghembuskan nafasnya pelan, mencoba menjinakkan puan yang tak kunjung menghadap ke depan. 


----

Jelang tengah malam, Kareenina Lenggawa sudah memastikan bahwasanya Jasmine Clementine sudah terlelap dari tidurnya. "Ku harap kamu baik-baik saja, ada hari esok yang perlu kamu ampu nanti."

Akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat dan kembali menuju ke kamarnya, saat masih di derap langkah kaki ada seorang bayangan wanita yang berjalan ke ruang bawah tanah. Maksud hati ingin mengikuti, namun tidak jadi sebab lonceng tidur sudah berbunyi. 

"Mungkin ingin mengambil persediaan bahan dapur," pikirnya dengan tanpa curiga.


----

Keesokan harinya, semua orang heboh dan berteriak ketika mendapatkan kabar Jasmine Clementine menghilang dari kamarnya. Kareenina Lenggawa terkejut karena ia lah mengantarkan Jasmine Clementine untuk tidur.

"Nak, kamu tahu di mana keberadaan putri yang sesungguhnya?" tanya Ayah Kareenina kepada gadis itu. 

"Kalaupun aku tau nggak akan secemas ini, Ayah." Kareenina menatap netra sang ayah dengan jujur, "dan aku akan melaporkannya pula," lanjutnya. 

Selintas ia berpikir bahwasanya Jasmine Clementine sedang bersama temannya yang akrab, Fathalla. Yang hanya Kareenina tau, temenannya itu merupakan pasukan berburu dan tidak mempunyai maksud tertentu.

Sebab wanita bayangan yang menembus tembok tersebut bertingkah aneh ketika Kareenina mulai menyadarinya. Lebih baik ia bungkam sementara waktu hingga fajar kembali naik agar suasana tidak semakin runyam. 


----


Paginya, Kareenina Lenggawa sudah berpikiran bahwa Jasmine Clementine tidak akan bertahan lama dan fakta menghampirinya ketika gadis kerajaan itu datang bersama Fathalla, Arjuan, serta Zephaniah dari pelosok bukit. 

Raja Clementine tidak menghukum putrinya, alih-alih malah memaafkannya dan mulai mengerti perasaannya mengapa ia melakukan hal itu secara diam-diam. 

Bukan hidup namanya kalau dilahirkan untuk lari dari kenyataan. Sebab ada hal yang baik maupun buruk, akan ada tiba masanya ketika garis takdir menentukan seberapa besar kita melawan kenyataan tersebut dengan benar dan bijaksana.

— Rampung. 


       Argasoka’s Event, Royalty. 

       #ADecemberToRemember × #SIREN

      

Komentar